Wednesday, 19 September 2018 07:19

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder

Written by
Rate this item
(0 votes)
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder

Alat Pemadam Api Ringan Jenis Powder  Adalah Alat Pemadam Api Ringan untuk padamkan di semua jenis kebakaran api  Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder ,  adalah  Alat pemadaman yang bisa dibawa / dijinjing dan gunakan  dioperasikan oleh satu orang dan berdiri sendiri. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder merupakan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Jenis Powder dikenal sebagai alat pemadam api portable yang mudah dibawa, cepat dan tepat di dalam penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu karena bentuknya yang portable dan ringan sehingga mudah mendekati daerah kebakaran. Dikarenakan fungsinya untuk penanganan dini, peletakan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder  -pun harus ditempatkan di tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan didalam penggunaannya.

FUNGSI
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder  : Untuk mencegah dan memadamkan kebakaran Api
 Pemasangan dan penempatan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo APAR :
a. Setiap Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Jenis Powder dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau
b. Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder harus sesuai dengan jenis benda / tempat yang dilindungi
c. Setiap Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder  harus dipasang menggantung
d. Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder dengan ketinggian max. 1,2 mtr
e. Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder tidak boleh diruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49º C dan di bawah 4º C
 
PERSYARATAN TEKNIS
1. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Powder   harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat )
2. Dilengkapi dengan etiket Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo yang memuat urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya
3. SegelAlat Pemadam Api Ringan Fire Indo  harus dalam keadaan baik
4. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi ( Cartridge )
5. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Slang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi.
6.Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  jenis busa / foam, tabung dalamnya tidak bocor serta lubang pengeluaran tidak tersumbat
7. Bahan baku Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  kuat  selalu dalam keadaan baik
8. Valve Tutup tabung harus baik dan tertutup rapat
9. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo di tempat kan di tempat yang  mudah dilihat
 
JENIS
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis   terdiri dari beberapa jenis, antara lain :
1. Jenis Air (Water).
 Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo jenis air terdapat dalam bentuk stored pressure type (tersimpan bertekanan) dan gas cartridge type  Sangat baik digunakan untuk pemadaman kelas A.
 
2. Jenis Busa (Foam).
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  busa adalah bahan pemadam api yang efektif untuk kebakaran awa minyak. Biasanya digunakan dari bahan tepung aluminium sulfat dan natrium bicarbonat yang keduanya dilarutkan dalam air. Hasilnya adalah busa yang volumenya mencapai 10 kali lipat. Pemadaman api oleh busa merupakan sistem isolasi, yaitu untuk mencegah oksigen untuk tidak ikut dalam reaksi.
 
3. Jenis Dry Chemical Powder
Jenis ini efektif untuk kebakaran kelas B dan C dan juga bisa kelas A. powder berisi dua macam bahan kimia, yaitu Sodium Bicarboanat & Natrium Bicarbonat, Gas CO2 atau nitrogen sebagai pendorong. Khusus untuk pemadaman kelas D (logam) seperti Magnesium, Titanium, Zarcanium, dan lain-lain digunakan metal-dry powder yaitu campuran Sodium, Potasium, dan Barium Chloride.
 
4. Jenis Halon.
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  jenis ini efektif untuk menanggulangi kebakaran jenis cairan yang mudah terbakar dan peralatan listrik bertegangan (kebakaran kelas B dan C). Bahan pemadaman api gas Halon biasanya terdiri dari unsur-unsur kimia seperti chlorine, flourine, bromide dan iodine.
 
5. Jenis CO2.
Bahan pemadam jenis CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B (minyak) dan C (listrik). Berfungsi untuk mengurangi kadar oksigen dan efektif untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di dalam ruangan (indoor). Pemadaman dengan gas arang ini dapat mengurangi kadar oksigen sampai dibawah 12%.

pengenalan 

FUNGSI

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo atau dalam istilah bahasa asing disebut Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo merupakan alat yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran dalam skala kecil. Pada umumnya Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  berbentuk tabung yang didalamnya terdapat bahan pemadam api bertekanan tinggi.
Dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  merupakan peralatan wajib, harus tersedia di tempat kerja dengan berbagai macam bidang pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang mengancam keselamatan pekerja dan aset perusahaan itu sendiri.

Berdasarkan bahan utama yang digunakan sebagai bahan pemadam api, Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu :

1.Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Cairan
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Jenis Cairan (Water) adalah jenis Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo yang diisikan air bertekanan tinggi sebagai bahan utamanya. Jenis Air adalah Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  yang paling ekonomis dan cocok digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan oleh bahan-bahan yang terbuat dari kertas, kain, karet, plastik dan sebagainya (kebakaran Kelas A).

2. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Jenis Busa Foam (AFFF)
Merupakan jenis Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo yang terdiri dari kombinasi bahan kimia yang dapat membentuk/menghasilkan busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar, sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses pembakaran berikutnya.
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo jenis busa sangat efektif untuk memadamkan api kebakaran yang ditimbulkan dari bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet dan sebagainya (kebakaran jenis A). Dan juga efektif digunakan untuk memadamkan api kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, alkohol dan sebagainya (kebakaran jenis B).

Baca Juga : Awas ! SLO Palsu
3. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  Powder
Jenis serbuk kimia yang digunakan sebagai bahan utama pemadam api adalah kombinasi dari mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering dari bahan kimia disemburkan ke permukaan media yang terbakar, sehingga memisahkan dari oksigen sebagai unsur penting terjadinya kebakaran.

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis   jenis ini sangat efektif untuk memadamkan kebakaran dihampir semua jenis/kelas kebakaran. Tetapi alat pemadam api jenis Serbuk Kimia tidak disarankan untuk digunakan dalam industri, karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi disekitarnya.

4. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Karbon Dioksida CO2
Bahan Karbon Dioksida digunakan sebagai bahan utama pemadaman. Umumnya digunakan untuk pemadaman api kebakaran kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan kelas C (instalasi listrik bertegangan)

Jenis atau Kelas- kelas Kebakaran.
Selanjutnya kita perlu mengetahui jenis Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo dan Jenis  kelas kebakaran yang terjadi, sehingga kita bisa menentukan jenis Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  yang efektif digunakan untuk mengendalikan kebakaran tersebut.

Kebakaran Kelas A
Kebakaran kelas A merupakan kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, plastik, kayu dan lainnya Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  yang cocok dan efektif untuk mengendalikan kebakaran jenis ini adalah Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  Cairan (Water), Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Foam,dan Powder

Kebakaran Kelas B
Kebakran kelas B merupakan kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan cair mudah terbakar seperti minyak (solar, bensin,oli), alkohol, methanol dan lainnya. Jenis Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo yang cocok dan efektif digunakan untuk mengendalikan kebakaran untuk semua jenis kebakaran api 

Kebakaran Kelas C
Merupakan kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik yang bertegangan. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  yang efektif untuk mengendalikan kebakaran jenis C adalah Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis powder

Kebakaran Kelas D
Kebakaran kelas D merupakan jenis kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan yang mudah terbakar seperti sodium, megnesium, aluminium, lithium, dan potasium. Tetapi hanya Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  khusus yang digunakan untuk mengendalikan kebakaran jenis ini. seperti alat pemadam api ruingan Halon Free AF 11 

Kebakaran Kelas K
Merupakan kebakaran yang disebabkan oleh minyak untuk memasak, dan pada umumnya kebakaran jenis ini akan terjadi diruangan dapur. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis yang efektif digunakan untuk mengendalikan kebakaran jenis ini adalahAlat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  busa, dan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis   jenis karbon dioksida.

KE UNGGULAN

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Mempunyai keunggulan sebagai berikut :

Cocok digunakan untuk Kantor , Pabrik , Pergudangan
Standard Kualitas CE (Eropa)
Tabung memiliki Lapisan Bawah Anti Karat
Uji Laboratorium dari Dinas Pemadam
Design yang Good Looking
Anti Meledak bila kelebihan tekanan
Garansi Isi 1 tahun dan Tabung 3 tahun

SPESIFIKASI 

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis mesti selalu dalam keadaan prima, sebab alat ini dipakai hanya ketika keadaan darurat saja. Kriteria Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  dalam keadaan baik dibagi menjadi beberapa poin yang mesti diketahui. Maka dari itu mesti pahami beberapa poin kriteria alat pemadam api ringan yang baik di bawah ini.

Tidak Berkarat

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  mesti dalam kondisi tidak berkarat, lakukanlah perawatan terhadap tabung alat pemadaman api sebab tabung yang berkarat tidak bisa menahan tekanan (bocor)

LABEL DAPAT DI BACA

Label yang tertera pada Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo mesti bisa dibaca serta dimengerti dengan jelas, supaya orang yang hendak memakai alat pemadam api bisa tahu alat ini digunakan untuk jenis kebakaran seperti apa serta bisa mengetahui mengenai cara dasar penggunaan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo 

SEGEL

Segel Dalam Keadaan Utuh pada Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo mesti dalam kondisi utuh, jika segel pada Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  rusak, maka kemungkinan isinya sudah tidak ada ataupun tidak lagi bertekanan.

ARTIKEL TERKAIT

Selang Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  Tahan Tekanan Tinggi Selang Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo mesti mempunyai tekanan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan, semisal pemakaian CO2 dalam Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  mengenai pengangan mulut terhadap selang alat pemadam api tipe CO2 mesti baik, sebab bahan agent pada alat pemadam api tipe CO2 sangatlah dingin.

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Terpasang Kencang Tutup Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo mesti terpasang kencang ataupun erat. Jika tutup Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo pemasang tidak terpasang kencang sangatlah berbahaya sebab bisa mengakibatkan Alat Pemadam Api Ringan bisa menggumpal ketika dingin.

PERIHAL BATAS TEKANAN

Mengenai batas tekanan terhadap Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo jenis Storage Pressure, tekanan jangan sampai kurang dari bahan yang ditentukan, jika tekanan kurang maka alat tidak akan berfungsi ketika proses pemadaman karena bahan agent tidak keluar ataupun terhambat di selang alat pemadam tersebut.

ALAT PEMADAM API RINGAN FIRE INDO TIDAK KADALUWARSA

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  yang baik adalah alat pemadam yang belum melewati masa kadaluwarsa, perhatikanlah lebl yang terdapat pada tabung, jika sud

CATATAN

Isilah kembali Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Setelah di gunakan 

Baclah Manual Box Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo untuk cra pemakaiyanya dan penempatan serta instuksi expansi bulaan 

BROSURE DONLOAD 

KESIMPULAN

Alat pemadam api ingan adalah . seperangkat alat gabungan dari tabung, valfe, selang, presure gaouge dan gagang diantara gabungan alat tersebut menjadi Alat pemadam api ringan dengan berbagai merk, model jenis kelas dan kegunaanya salah satu produk kami yang menjadi alat pemadam api ringan di pasaran di sekitar jakarta indonesia alat pemadam api ringan fire ind terdiri dari berbagai kelsas ukuran dan jenis tegantung kebutuhan pemilik dan pelanggan yang menentukan jenis dan ukuran yang mau di ambil

Alat pemadam fire indo Apar Thaihang berisi bahan Ecoliquid yang tidak beracun, tidak berbau, ramah lingkungan dan Ozone Friendly yang sudah bersertifikat International ISO-900, SGS, CE, CNAB dan PICC. Sehingga Aman untuk Anda dan orang yang Anda sayangi

Tabung Stainless Steel, ringan dan mudah digunakan, terutama oleh wanita dan anak-anak, ini artinya bila terjadi keadaan darurat semua dapat menggunakan Apar ini untuk menyelamatkan diri. inferno apar
Garansi 4 Tahun tanpa harus isi ulang, Tidak seperti Alat Pemadam Api Ringan lain pada umumnya. Zat dapat dipakai berulang ulang. Bila zat habis terpakai atau sudah kadarluarsa (setelah 4 tahun), maka tabung bisa segera diisi ulang kembali. Membuat Anda Lebih Hemat dibandingkan dengan APAR pada umumnya
Garansi 1 tahun untuk spare part, periksalah jarum pada 6 bulan pertama, jika pointer menunjuk zona merah menandakan ada kebocoran zat, segera hubungi kami.

Lolos uji Lab Damkar DKI Jakarta nomor: 125/-1.784.25 dan nomor: 724/-1.784.25 dan Ijin Jual Peralatan Pemadam Kebakaran Damkar kota Bandung nomor: 364.1/677 - Pene.DPPK.

Memadamkan 4 kelas Kebakaran (A: Padat, B: Cair, C: Listrik, E: Gas). Tidak seperti APAR lainnya, yang hanya dapat memadamkan 2 atau 3 kelas kebakaran saja.
kelas api apar inferno
Biota terdegradasi, dimana area atau benda yang sudah dipadamkan tidak bisa terbakar kembali

Label Stiker mengandung Fluorescent (GLOW in The Dark) sehingga lokasi tabung dapat terlihat pada kondisi gelap.
laber stiker inferno glow in the dark
Apabila Api telah membesar dan tidak terkendali dan Anda terkurung didalam api, maka Zat dapat disemprotkan ke tubuh atau pakaian Anda, maka api tidak akan membakar saat Anda berusaha menerobos kobaran api.

Hasil pembakaran ketiga dengan bahan bakar solar, api sulit menyala dan dapat dipadamkan dengan APAR jenis Dry Chemical Powder.

PEMBAHASAN
1. Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo  jenis CO
2 dapat memadamkan api yang dinyalakan dengan bahan bakar kerosin. 2.
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  Dry Chemical Powder dapat memadamkan api yang dinyalakan dengan bahan bakar solar dan spiritus. 3.
Sedangkan air dan pasir dapat memadamkan semua jenis kebakaran tetapi tidak secara maksimal.

VII.KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang kami laksanakan, kami dapat mengetahui cara pemadaman api ringan, dan pemilihan alat yang digunakan untuk memadamkan api sesuai dengan jenis kebakarannya. Yogyakarta, 06 Februari 2014 Mengetahui, Guru Pembimbing I Guru Pembimbing II Praktikan (Sri Subekti, S.Pd.) (Dra. Dyah Sri Utari) (Novita Kristiyaningrum)

GAMBAR KERJA
1.Alat dan bahan proses pembakaran.Pembakaran dengan bahan bakar kerosin dan dipadamkan dengan APAR jenis CO
2.Pembakaran dengan bahan bakar spritus dan dipadamkan dengan APAR jenis CO
3. lalu menggunakan APAR jenis Dry Chemical Powder.

4.Pembakaran dengan bahan bakar spritus dan dipadamkan dengan pasir. 5.

Pembakaran dengan bahan spritus dan dipadamkan dengan air. 6.
Pembakaran dengan bahan bakar solar dan dipadamkan dengan APAR jenis Dry Chemical Powder.

LATAR BELAKANG

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

PENDAHULUAN Latar Belakang
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap dan kebakaran merupakan kecelakaan yang berakibat fatal. Kebakaran ini mengakibatkan suatu kerugian materiil maupun kerugian immaterial. Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, ditempat kerja maupun bangunan yang dapat beresiko terjadinya bahaya kebakaran. Asrama adalah tempat yang berpotensi terjadinya kebakaran. Salah satu cara pencegahan kebakaran adalah menggunakan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis 
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis dianggap lebih efektif untuk memadamkan kebakaran secara dini, agar kebakaran tidak membesar, maka pada kondisi seperti inilah perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada APAR, berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR dan NFPA tahun 1998 tentang standart portable for fire extinguisher. Maka harus dilakukan pemasangan APAR dengan menggunakan standar yang sesuai dengan kebutuhan yang ada diarea Asrama mahasiswa.

1.Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Bagaimana menentukan jumlah APAR yang diperlukan diseluruh area Asrama mahasiswa.
2.Bagaimana menentukan jenis APAR yang diperlukan diseluruh area Asrama mahasiswa.
3.Bagaimana cara pemasangan APAR menurut PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dan NFPA 10 Tahun 1998.

Tujuan
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Untuk menentukan jumlah APAR yang diperlukan diseluruh area Asrama mahasiswa.
2.Untuk menentukan jenis APAR yang diperlukan diseluruh area Asrama mahasiswa.
3.Untuk mengetahui cara pemasangan APAR menurut PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dan NFPA 10 Tahun 1998.

Manfaat
1. Manfaat Bagi Mahasiswa
Ø Sebagai sarana pengembangan potensi diri dalam sistem perencanaan APAR pada Asrama mahasiswa.
Ø Memberi wawasan kepada mahasiswa tentang sistem perencanaan APAR pada Asrama mahasiswa.
2. Manfaat bagi perusahaan
Ø Sebagai sarana pertimbangan tentang sistem perencanaan APAR pada Asrama mahasiswa.

Batasan Penelitian
Batasan masalah ini meliputi :
1.Peneliti hanya merancang sistem APAR.
2.Peneliti tidak membahas tentang prosedur pemeliharaan APAR.

TINJAUAN PUSTAKA
Teori dan Anatomi Api
Nyala api adalah suatu fenomena yang dapat diamati gejalanya yaitu adanya cahaya dan panas dari suatu bahan yang sedang terbakar. Gejala lainnya yang dapat diamati adalah bila suatu bahan telah terbakar maka akan mengalami perubahan baik bentuk fisiknya maupun sifat kimianya. Keadaan fisik bahan yang telah terbakar akan berubah pula menjadi zat baru. Gejala perubahan tersebut menurut teori perubahan zat dan energi adalah perubahan secara kimia.

2.Teori Segitiga Api (Triangel of Fire)
Untuk dapat berlangsungnya proses nyala api diperlukan adanya tiga unsur pokok yaitu adanya unsur : bahan yang dapat terbakar (fuel), oksigen (O2) yang cukup dari udara atau bahan oksidator dan panas yang cukup. Apabila salah satu unsur tersebut tidak berada pada keseimbangan yang cukup, maka api tidak akan terjadi.

2.Teori Piramida bidang Empat (Tetrahedron of Fire)
Fenomena pada suatu bahan yang terbakar adalah terjadi perubahan bentuk dan sifat-sifatnya yang semula menjadi zat baru, maka proses ini adalah perubahan secara kimia. Proses pembakaran ditinjau dengan teori kimia adalah reaksi satu unsur atau satu senyawa dengan oksigen yang disebut oksidasi atau pembakaran. Produk yang terbentuk disebut oksida.

KEBAKARAN
Fenomena Kebakaran
Fenomena kebakaran atau gejala pada setiap tahapan mulai awal terjadinya penyalaan sampai kebakaran padam, dapat diamati beberapa fase tertentu seperti source energy, initiation, growth, flashover, full fire dan bahaya-bahaya spesifik pada peristiwa kebakaran seperti : back draft, penyebaran asap panas dan gas dll. Tahapan - tahapan tersebut antara lain:

a. Tidak diketahui kapan dan dimana awal terjadinya api/kebakaran, tetapi yang pasti ada sumber awal pencetusnya (source energy), yaitu adanya potensi energi yang tidak terkendali.
b. Apabila energi yang tidak terkendali kontak dengan zat yang dapat terbakar, maka akan terjadi penyalaan tahap awal (initiation) bermula dari sumber api/nyala yang relatif kecil.
c. Apabila pada periode awal lebakaran tidak terdeteksi, maka nyala api akan berkembang lebih besar sehingga api akan menjalar bila ada media disekelilingnya.
d. Intensitas nyala api meningkat dan akan menyebarkan panas kesemua arah secara konduksi, konveksi dan radiasi, hingga pada suatu saat kurang lebih sekitar setelah 3-10 menit atau setelah temperatur mencapai 300ºC akan terjadi penyalaan api serentak yang disebut Flashover, yang biasanya ditandai pecahnya kaca
e. Setelah flashover, nyala api akan membara yang disebut periode kebakaran mantap (Steady/full development fire). Temperatur pada saat kebakaran penuh dapat mencapai 600 - 1000 ºC. Bangunan dengan struktur konstruksi baja akan runtuh pada temperature 700 ºC. Bangunan dengan konstruksi beton bertulang setelah terbakar lebih dari 7 jam dianggap tidak layak lagi untuk digunakan
f. Setelah melampaui puncak pembakaran, intensitas nyala akan berkurang/surut berangsur-angsur akan padam yang disebut periode surut.

PENGERTIAN KEBAKARAN
Definisi kebakaran menurut Depnaker yaitu suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api atau penyalaan. Definisi kebakaran menurut pengertian asuransi secara umum yaitu sesuatu yang benar-benar terbakar yang seharusnya tidak terbakar dan dibuktikan dengan adanya nyala api secara nyata, terjadi secara tidak sengaja, tiba-tiba serta menimbulkan kecelakaan atau kerugian. Definisi umumnya adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki, sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwa oksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran. Unsur-unsur penyebab kebakaran ituadalah:
1. Bahan Padat: seperti kayu, kain, kertas, plastik dan lain
sebagainya dan jika terbakar umumnya
akan meninggalkan abu / bara.

2.Bahan Cair: seperti cat, alkohol dan berbagai jenis minyak.
3.Bahan Gas : seperti propane, Butane, LNG dan lain sebagainya.

Pada peristiwa kebakaran dikenal adanya segitiga kebakaran. Segitiga kebakaran yaitu tiga unsure yg membentuk rantai penyebab terjadinya api. Tiga unsur tersebut adalah sebagai berikut:
1.Bahan yang mudah terbakar
2.Oksigen atau zat pengoksida, dan
3.Sumber panas yang cukup untuk menaikkan temperatur bahan bakar sampai titik penyalaannya.

2.Sifat-sifat Kebakaran
Peristiwa kebakaran memiliki beberapa sifat, antara lain:
1.Terjadinya secara tidak terduga.
2.Tidak akan padam apabila tidak dipadamkan.
3.Kebakaran akan padam dengan sendirinya apabila konsentrasi keseimbangan hubungan 3 unsur segitiga api tidak terpenuhi lagi.

Sumber Potensi Penyebab Kebakaran
Kebakaran dapat disebabkan oleh beberapa sumber, yaitu: Api Terbuka

Penggunaan api terbuka di daerah berbahaya atau terdapat bahan yangmudah menyala sering dapat menjadi sumber penyebab terjadinyakebakaran, antara lain : Pengelasan, dapur api dll.
Permukaan Panas
Pesawat/instalasi pemanas, pengering, oven apabila tidak terkendali/kontak dengan bahan hingga mencapai suhu penyalaan dapat menyebabkan kebakaran.

PERALATAN LISTRIK
Peralatan listrik dapat menjadi sumber kebakaran bila tidak memenuhi syarat keamanan (PUIL), pembebanan lebih, tegangan melebihi kapasitas, dan terdapat bunga api pada motor listrik.

Reaksi Eksotermal
Reaksi eksotermal yaitu reaksi yang menghasilkan panas juga menghasilkan gas yang mudah terbakar. Contoh: reaksi batu karbitdengan air dan reaksi bahan kimia yang peka terhadap asam.

Gesekan Mekanis

Akibat gerakan secara mekanis seperti pada peralatan yang bergerak bila tidak diberi pelumasan secara teratur dapat menimbulkan panas. Bunga api mekanis/gram bubutan atau gerinda dapat menjadi sumber nyala bila kontak dengan bahan mudah terbakar.
Loncatan Bunga Api Listrik Statis
Akibat pengaruh mekanis pada bahan non konduktor akan dapat terjadi penimbunan elektron (akumulasi listrik statis). Contoh:
·Minyak adalah bahan non konduktor.
·Bila minyak dialirkan melalui slang dengan tekanan tinggi maka elektron akan tertimbun pada minyak tersebut.
·Pada keadaan tertentu elektron dapat terjadi loncatan elektron dandapat menjadi sumber penyebab kebakaran.

Klasifikasi Kebakaran
Klasifikasi kebakaran yang dimiliki di Indonesia mengacu pada standard Nasional Fire Protection Association (NFPA Standard No. 10, for the installation of portable fire extinguishers) yang telah dipakai oleh PERMENAKERTRANS RI No. Per 04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Klasifikasi dari kebakaran adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Klasifikasi Kebakaran Menurut NFPA

KELAS
Klasifikasi Kebakaran

Kelas A
Kebakaran pada benda pada mudah terbakar yang menimbulkan arang/karbon (contoh : Kayu, kertas, karton/kardus, kain, kulit, plastik)

Kelas B
Kebakaran pada benda cair dan gas yang mudah terbakar (contoh : Bahan bakar, bensin, lilin, gemuk, minyak tanah, thinner)

Kelas C
Kebakaran pada benda yang menghasilkan listrik atau yang
mengandung unsur listrik

Kelas D
Kebakaran pada logam mudah terbakar (contoh : Sodium, lithium, radium)
(Sumber : NFPA 10 Tahun 1998)

Klasifikasi Bahaya Hunian
Bahaya kebakaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1.Bahaya kebakaran ringan
Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana terdapat bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah dan menjalarnya api lambat.

2.Bahaya kebakaran sedang
Bahaya kebakaran tingkat ini dibagi lagi menjadi dalam tiga kelompok, yaitu:

a.Kelompok I
Adalah bahaya kebakaran pada tempat di mana terdapat bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 2.5 meter dan apabila terjadi kebakaran, melepaskan panas sedang sehingga menjalarnya api sedang.
b.Kelompok II Adalah bahaya kebakaran pada tempat di mana terdapat bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 4 meter dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang sehingga menjalarnya api sedang.

c.Kelompok III

Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana terdapat bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi dan menjalarnya api cepat.

Bahaya kebakaran berat
Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana terdapat bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sangat tinggi dan menjalarnya api sangat cepat.

Alat pemadam Api ringan
Alat pemadam api ringan ialah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran.

Jenis-jenis media pemadam kebakaran
Fire Extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR), terdiri dari:

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis Air (Water Fire Extinguisher)
Efektif untuk jenis api kelas A: Kayu, Kertas, Kain, Karet, Plastik, dll. Air merupakan salah satu bahan pemadam api yang paling berguna sekaligus ekonomis. Semua pemadam api berbahan air produksi memiliki aplikasi tipe jet yang mampu menghasilkan arus yg terkonsentrasi sehingga membuat operator mampu melawan api dari jarak yang lebih jauh dari pada Nozzle semprot biasa.

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  jenis Tepung Kimia (Dry Chemical Powder)
Efektif untuk jenis api kelas A (Kayu, Kertas, Kain, Karet, Plastik, dll.), kelas B (Bensin, Gas, Oil, Cat, Solvents, Methanol, Propane, dll) dan kelas C (Komputer, Panel Listrik, Genset, Gardu Listrik, dll.).
Alat Pemadam Api Ringan berbahan bubuk kering, sangat serbaguna untuk melawan api Kelas A, B & C, serta cocok untuk mengatasi resiko tinggi. Selain berguna dalam mengatasi bahaya listrik, cairan mudah terbakar dan gas, bubuk juga efektif untuk kebakaran kendaraan.

Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  jenis Busa (Foam Liquid AFFF)
Alat Pemadam Api Ringan berbahan busa, cocok untuk melawan api Kelas A & B. Alat pemadam berbahan busa memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko menyalanya kembali api setelah pemadaman. Setelah api dipadamkan, busa secara efektif menghilangkan uap bersamaan dengan pendinginan api.
Alat pemadam api berbahan busa menyediakan kemampuan yang cepat dan kuat dalam mengatasi api kelas’A’ dan ‘B’. Sangat efektif terhadap bensin dan cairan yang mudah menguap, membentuk “segel” api diatas permukaan dan mencegah pengapian ulang. Ideal untuk penggunaan multi-risiko.
Peringkat Api menyediakan cara untuk mengukur efektivitas dari suatu alat pemadam dalam hal ukuran maksimum api yang bisa dipadamkan. Kelas A contohnya kotak api kayu yang terbakar dengan lebar 0.5m x tinggi 0.56m x panjang. Angka rating adalah sepuluh kali panjang dalam meter, misalnya. 13A menggunakan tumpuka kayu 1,3 meter. Kelas B terkait dengan kebakaran luas permukaan dan angka rating untuk jumlah cairan yang mudah terbakar dalam rasio 1 / 3 air , 2 / 3 bahan bakar yang dapat dipadamkan dalam areal melingkar.

Foam Extinguisher

4.Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  jenis CO2 (Carbon Dioxide)
Alat pemadam api berbahan CO2 sangat cocok untuk peralatan ber-listrik dan api Kelas B. Kemudian kemampuan tingginya yang tidak merusak serta efektif dan bersih yang sangat dikenal luas. CO2 memiliki sifat non-konduktif dan anti statis. Karena gas ini tidak berbahaya untuk peralatan dan bahan yang halus, sangat ideal untuk lingkungan kantor yang modern, dimana minyak, solvent dan lilin sering digunakan.
Kinerja yang tidak merusak dan sangat efektif serta bersih sangatlah penting. Kedua model memiliki corong yang tidak ber-penghantar dan anti statis, cocok untuk situasi yang melibatkan cairan yang mudah terbakar dan bahaya listrik.
Gas (yang dihasilkan) tidak (bersifat) merusak peralatan dan bahan yang halus. Ideal untuk lingkungan kantor modern, dengan semua risiko elektronik-nya, dan dimana minyak, bahan pelarut dan lilin sering digunakan.
Peringkat Api menyediakan cara untuk mengukur efektivitas dari suatu alat pemadam dalam hal ukuran maksimum api yang bisa dipadamkan. Kelas B ini terkait dengan kebakaran luas permukaan dengan angka rating untuk jumlah cairan yang mudah terbakar dalam rasio air 1/3, 2/3 bahan bakar yang dapat dipadamkan dalam 1 area melingkar.

Alat Pemadam Api Ringan  Jenis jenis Hallon (Thermatic Halotron)
Efektif untuk jenis api kelas A (Kayu, Kertas, Kain, Karet, Plastik, dll.) dan C (Komputer, Panel Listrik, Genset, Gardu Listrik, dll.)
Alat Pemadam Api Otomatis yang berisi Clean Agent Halotron™ I. Alat pemadam Api Ringan (APAR) Otomatis ini menggunakan gas pendorong Argon, dan alat pengukur tekanan dipasang di Alat pemadam Api Ringan (APAR) Otomatis. Kapasitas unit 2 kg dan 5 kg difungsikan otomatis oleh sensitifitas panas dengan kepala sprinkler dan lengkap dengan tekanan. Alat pemadam Api Ringan (APAR) Otomatis ini memerlukan pemeliharaan minimum 1 tahun dan Thermatic Halotron™ I ini juga bergaransi 1 tahun. Menjadi agent/media isi yang paling bersih, tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Aman jika terhirup manusia dan juga ramah lingkungan. Thermatic Halotron™ I ini desain sebagai pengganti gas Halon dan tidak mengandung CFC.
Cara Kerja Thermatic Halotron™ I integrasi fire alarm adalah sebagai berikut :
Keberadaan asap dalam ruangan dideteksi smoke detector yang mengcover kebakaran ruangan yang diproteksi, sehingga alarm bell berbunyi.
Apabila ada kebakaran dan belum sempat dipadamkan dan suhu ruangan mencapai panas 68OC, bulb sprinkler otomatis pecah dan gas Halotron™ I menyemprot otomatis sehingga api dalam sekejap akan segera padam.

PENANDAAN DAN PENGENALAN
a. Penandaan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis 
Penandaan yang disyaratkan
Kalimat yang bermakna umum tidak menjurus seperti “mutu”, “umum”, atau “universal” tidak boleh dituliskan pada pelat nama yang dipasang pada badan APAR. Setiap APAR harus memiliki keterangan sebagai berikut:
Kata jenis tepung Kimia Kering “ yang disusul tipe APAR sesuai dengan ketentuan “Tipe Tabung Gas” atau “Tipe Ta Nama dan alamat pabrik pembuat atau penjualnya yang bertanggung jawab.
b.Cara Penandaan
Penandaan APAR dapat dialkukan dengan cara:
- Huruf timbul atau sketsa pada plat logam yang disolder atau diikat pada tabung APAR
- Dicat langsung pada tabung APAR
- Dengan label yang tahan lama
- Tahun harus ditandakan secara permanen pada badan APAR
c.Warna Pengenal
Badan APAR harus berwarna merah. (DEPNAKER, 1999)

Perhitungan Jumlah APAR
Perhitungan APAR Berdasarkan Permenaker No.04/MEN/1980) adalah :
Luas Bangunan yang Dilindungi Satu Buah APAR
= x D2 = x 152 = 176,71 m2 n APAR =

keterangan :
n = jumlah APAR
Penempatan APAR Berdasarkan NFPA 10 tahun 1998
Berdasarkan NFPA 10 tahun 1998 dijelaskan mengenai penempatan
Bahaya tinggi

(Sumber : NFPA 10 tahun 1998)
Keterangan :
- 1 ft2 = 0,0929 m2
- Travel distance untuk kelas A,C dan D = 22,7 m

a.Kelas A
Jarak minimal penempatan APAR pada tabel berikut :

Tabel 2.3 Penempatan APAR dengan bahaya kebakaran
Klasifikasi
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  Rating Jarak Max. Jangkauan APAR (ft2)
Luas Bangunan Rendah 2A, 75, 11250, Sedang 2A 7511250
Tinggi . 4A 75 11250 (Sumber : NFPA 10 tahun 1998)

Kelas B
Jarak minimum penempatan dilihat pada Tebel berikut : Tabel 2.4 Penempatan APAR (bahaya kebakaran kelas B)

Klasifikasi Bahaya Rating
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis 
Jarak Max. Jangkauan
Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  (ft) (m)
Rendah
5 B30 9.15 10 B50 15.25

SEDANG
10 B 30 9.15 20 B 50 15.25
Tingg 40 B 30 9.15 80 B 50 15.25

(Sumber : NFPA 10 tahun 1998)

Kelas C dan Kelas D
Jarak penempatan APAR untuk kelas C dan kelas D
sama dengan jarak penempatan kelas A dan kelas B

Penempatan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis  Berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980
Mengingat APAR merupakan alat yang penting, maka perlu dibuat identitas khusus agar mudah dikenali. Oleh karena itu, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 penempatannya disarankan seperti berikut:

1.Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
2.Tinggi pemberian tanda pemasangan alat pemadam api ringan adalah 125 cm dari dasar lantai tepat diatas satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.
3.Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran
4.Penempatan antara alat pemadam api yang satu dengan lainnya atau kelompok satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan Kerja.
5.Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
6.Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat.
7.Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci.
8.Lemari atau peti (box) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
9.Sengkang atau konstruksi penguat lainnya seperti Lemari atau peti (box) tidak boleh dikunci atau digembok atau diikat mati
10.Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) harus disesuaikan dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah dikeluarkan.
11.Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.
12.Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas.
13.Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terkuka harus dilindungi dengan tutup pengaman.

Jenis media pemadam kebakaran dan aplikasinya
Pemasangan dan penempatan Alat Pemadam Api Ringan Fire Indo Jenis harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran berdasarkan PERMENAKERTRANS RI No. 04/MEN/1980 dalam Bab 2 pasal 4 point 4, seperti pada tabel berikut ini.
Tabel 2.5 Kebakaran dan Jenis APAR

Bahan yang Terbakar

Air 9 liter, Busa 9 liter
Tetrachoorkol ostop chloorbrom methan 1 liter

Karbon dioksida C02

Tepung

Kelas A
Kebakaran pada permukaan bahan seperti : kayu, teksil

Kebakaran sampai bagian
dalam dari bahan seperti kayu, majun, arang batu

Kebakaran dari barang –
barang yang jarang terdapat dan berharga

Kebakaran dari bahan – bahan yang pada pemanasan mudah mengurai

Kelas B
Kebakaran dari bensin, bensol, cat ( yg tdk bercam pur dgn air )

Kebakaran dr Alcohol &
sebangsanya (bercampur air)

Kelas C
Panel penghubung, Peti
penghubung, Sentral telepon, Transformator

Kelas D
Magnesium, Natrium,
Aluminium (Sumber : PERMENAKERTRANS RI No. 04/MEN/1980)

KETERANGAN:
: Sangat efektif
: Dapat digunakan
: Kurang tepat/tidak dianjurkan
: Tidak tepat
: Merusak
: Berbahaya

BAB III
METODOLOGI PERANCANGAN

Gambaran Umum
Tempat yang digunakan dalam tugas perancangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ini adalah Gedung Asrama Mahasiswa.

Lantai 1
Pada lantai 1 Gedung Asrama Mahasiswa ini digunakan sebagai kamar tidur mahasiswa (dimana setiap kamar terdapat kamar mandi dan teras belakang), kamar tidur penjaga, parkir mahasiswa, ruang makan mahasiswa, pantry, warnet, tempat fotocopy, café dan mini market. Pada bangunan ini juga terdapat halaman , tangga yang menghubungkan ke lantai dua dan teras depan kamar asrama. Masing-masing kamar tidur mahasiswa dilengkapi dengan kamar mandi dan teras belakang. Pada lantai 1 mempunyai ukuran sebagai berikut :
Ukuran:Panjang = 39 m
Lebar = 20 m
Tinggi= 4 m

Lantai 2
Pada lantai 2 Gedung Asrama Mahasiswa ini digunakan untuk tempat kamar tidur mahasiswa, dimana setiap kamar terdapat kamar mandi dan teras belakang. Di lantai 2 juga terdapat tempat cuci untuk mahasiswa dan tempat menjemur pakaian, ruang makan dan pantry. Pada lantai 2 mempunyai ukuran sebagai berikut :
Ukuran: Panjang = 39 m
Lebar= 20 m
Tinggi =4 m
3.2 Diagram Alir Perancangan
Secara ringkas metode dan langkah – langkah yang ditempuh perancangan ini digambarkan dalam diagram alir sebagai berikut :

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Ruangan Setiap Lantai
Gedung Asrama Mahasiswa memiliki luas total 780 m², merupakan gedung bertingkat dengan 2 lantai. Di dalam gedung ada berbagai sarana yang tersedia meliputi kamar tidur, kamar tidur penjaga, parkir mahasiswa, ruang makan mahasiswa, pantry, warnet, tempat fotocopy, dan cafe mahasiswa, tempat cuci, dan tempat menjemur pakaian. Berikut ini ditunjukkan jenis ruangan yang tersedia dari setiap lantai pada Tabel 4.1
Tabel 4.1 Daftar ruangan pada lantai 1 dan lantai 2

No
Lantai Ruangan yang tersedia Unit Luas bangunan (m²)

Jenis Kebakaran

Lantai 1

Lantai 2
1) Kamar tidur
2) Kamar tidur penjaga
3) Ruang makan & pantry
4) Warnet
5) Café
6) Photo copy
7) Mini market
8) Teras

1) Kamar tidur
2) Ruang cuci & jemur
3) Teras

Kelas A, Kelas B dan Kelas C

Kelas A
Dari penjabaran deskripsi ruangan setiap lantai, maka Gedung Asrama Mahasiswa termasuk gedung atau bangunan yang memiliki potensi bahaya dengan klasifikasi kebakarangan ringan karena tempat tersebut mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga menjalarnya api lambat. Walaupun termasuk kebakaran ringan, namun proteksi bahaya baik pasif maupun aktif harus tersedia pada gedung tersebut, sebagai tindakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Perhitungan APAR
Setelah diketahui luasan pada setiap ruangan pada setiap lantai maka dilakukan perhitungan kebutuhan APAR. Dari lantai 1 dan lantai 2 mempunyai luasan yang berbeda. Terdapat dua jenis perhitungan berdasarkan regulasi yang dipakai yaitu PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dan NFPA 10 tahun 1998. Berikut ini adalah perhitungan APAR pada setiap lantainya.

Berdasarkan Permenaker No.4/1980
Pada PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 pasal 4 ayat 5 dijelaskan bahwa penempatan APAR antar satu dengan yang lainnya tidak boleh melebihi 15 meter kecuali di tetepkan oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Maka perhitungan banyaknya APAR yang dibutuhkan pada gedung asrama mahasiswa adalah sebagai berikut :

Contoh :
Kamar tidur pada lantai 1
Luas ruangan/bangunan : 18 m²
Luas bangunan yang dilindungi satu APAR : 176,71 m²

Jumlah APAR :
: 18 m²/ 176,71 m²
: 0,101 dibulatkan menjadi 1
Jadi, untuk kamar tidur dibutuhkan 1 buah APAR

Untuk perhitungan jumlah APAR pada tiap ruangan berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dapat dilihat pada Tabel 4.4

Tabel 4.2 Perhitungan APAR PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980
No
Lantai
Ruangan yang tersedia
Unit
Luas ruangan/
bangunan (m²)
Luas perlindungan APAR (m²)
Jumlah APAR yang dibutuhkan (buah) 1 2.Lantai 1 Lantai 2

1) Kamar tidur
2) Kamar tidur penjaga
3) Ruang makan & pantry
4) Warnet
5) Café
6) Photo copy
7) Mini market
8) Teras

1) Kamar tidur
2) Ruang cuci & jemur
3) Teras

Setelah dilakukan perhitungan didapatkan kebutuhan APAR berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 didapatkan hasil satu buah APAR per ruangan, sehingga total keseluruhan kebutuhan APAR pada Gedung Asrama Mahasiswa untuk lantai 1 dan lantai 2 sebanyak 37 buah APAR.

4.2.2 Berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998
Penentuan klasifikasi bahaya kebakaran berpengaruh pada penentuan jarak jangkauan APAR yang kemudian berlanjut pada jumlah APAR pada suatu area. Adapun perhitungan jumlah apar berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998 untuk lantai 1 dan lantai 2 adalah sebagai berikut :
Contoh :
Warnet
Luas ruangan/bangunan : 17 m²
Luas bangunan yang dilindungi satu APAR : 278,7 m²

Jumlah APAR :
: 17 m²/ 278,7 m²
: 0,061 dibulatkan menjadi 1
Jadi, untuk kamar tidur dibutuhkan 1 buah APAR

Untuk perhitungan jumlah APAR pada tiap ruangan berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998 dapat dilihat pada Tabel 4.5

Tabel 4.3 Perhitungan APAR menurut NFPA 10 Tahun 1998
No
Lantai
Ruangan yang tersedia
Unit
Luas ruangan/
bangunan (m²)
Luas perlindungan APAR (m²)
Jumlah APAR yang dibutuhkan (buah) 1. 2.Lantai 1

Lantai 2
1) Kamar tidur
2) Kamar tidur penjaga
3) Ruang makan & pantry
4) Warnet
5) Café
6) Photo copy
7) Mimber : hasil pengamatan, 2012)

Setelah dilakukan perhitungan didapatkan kebutuhan APAR berdasarkan NFPA 10 tahun 1998 didapatkan hasil satu buah APAR per ruangan, sehingga total keseluruhan kebutuhan APAR pada Gedung Asrama Mahasiswa untuk lantai 1 dan lantai 2 sebanyak 37 buah APAR.
4.3 Jenis APAR

Tabel 4.4 Jenis APAR menurut PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 No
Lantai
Klasifikasi Bahaya Kebakaran
Jenis APAR
Berat 1
Lantai 1
Kelas A, Kelas B dan Kelas C
Tepung PG
9 Kg 2Lantai 2
Kelas A
Tepung PG 9 Kg
(sumber : hasil pengamatan, 2012)

Tabel 4.5 Jenis APAR menurut NFPA 10 Tahun 1998 No Lantai
Klasifikasi Bahaya Kebakaran
Jenis APAR Rating Keterangan Berat 1 Lantai 1
Kelas A, Kelas B dan Kelas C
Dry Chemical
2A2

Lantai 2
Kelas A
Dry Chemical
2A(sumber : hasil pengamatan, 2012)

 

Hasil Perencanaan APAR
Berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980
Setelah dilakukan perhitungan maka dilakukan perencanaan pada setiap ruangan disetiap lantai berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980, hasil perencanaan ditunjukkan pada Lampiran Hasil Perencanaan berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980.
Berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998
Setelah dilakukan perhitungan maka dilakukan perencanaan pada setiap ruangan disetiap lantai berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998, hasil perencanaan ditunjukkan pada Lampiran Hasil Perencanaan berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998.
4.5 Perbandingan Hasil Rancangan Menurut PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dan NFPA 10 Tahun 1998
Berdasarkan PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 didapatkan hasil perhitungan APAR 1 buah untuk setiap ruangannya, sehingga total keseluruhan kebutuhan APAR pada lantai 1 dan lantai 2 di Gedung Asrama Mahasiswa sebanyak 37 buah APAR.
Berdasarkan NFPA 10 Tahun 1998 didapatkan hasil perhitungan APAR 1 buah untuk setiap ruangannya, sehingga total keseluruhan kebutuhan APAR pada lantai 1 dan lantai 2 di Gedung Asrama Mahasiswa sebanyak 33 buah APAR.
Pada perhitungan dari kedua peraturan tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan APAR sama yaitu sebanyak 37 buah APAR, dikarenakan perhitungannya dilakukan pada setiap ruangan.

BAB V ESTIMASI BIAYA
Harga APAR
Gedung Asrama Mahasiswa tergolong kebakarangan ringan dan jenis ruangan kecil, maka untuk menentukan estimasi harga APAR digunakan Tabel harga APAR pada Tabel 5.1 dibawah ini.
Tabel 5.1 Harga APAR di Pasaran Untuk Ruangan Kecil dan Sedang
Powder Dry Chemical Portable ABC

Model Type BeratIsi Price (Rp) Discount 30% 

HARGA REFILLING PRICE AT-10P1,2 KG

Rp 350.000
Rp 105.000
Rp 245.000
Rp 50.000 / Kg
Rp 450.000
Rp 135.000
Rp 315.000
Rp 50.000 / Kg
Rp 650.000
Rp 195.000
Rp 455.000
Rp 50.000 / Kg
Rp 750.000
Rp 225.000
Rp 525.000
Rp 50.000 / Kg
Rp 950.000
Rp 285.000
Rp 665.000
Rp 50.000 / Kg 
Rp 1.400.000
Rp 420.000
Rp 980.000
Rp 50.000 / Kg

Harga APAR Berdasarkan perhitungan dari kedua peraturan yaitu PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980 dan NFPA 10 Tahun 1998 didapatkan hasil yang sama pada setiap ruangan untuk lantai 1 dan lantai 2 sebanyak 33 buah APAR.

Dari tabel harga yang ada, kami menggunakan model / tipe AT-45P dengan berat isi 4.5 Kg dan didapat harga APAR per buah sebesar Rp 525.000, maka dapat disimpulkan biaya yang dibutuhkan untuk membeli APAR sebesar 33 buah APAR x Rp 525.000 = Rp 17.325.000.

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Api pada hakekatnya adalah masa zat yang sedang berpijar yang dihasilkan didalam proses kimia oksidasi yang berlansung secara cepat dan disertai pelepasan energi/panas.
Menurut PERMENAKERTRANS RI NO.04/MEN/1980, klasifikasi kebakaran di Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Kelas A = kebakaran bahan padat biasa, dimana pendinginan ( dengan air atau larutan berkadar air tinggi) merupakan cara utama untuk memadamkannya.
2) Kelas B = kebakaran cairan mudah terbakar dimana penyelimutan merupakan cara utama untuk memadamkannya.
3) Kelas C = kebakaran pada peralatan beraliran listrik, dimana untuk memadamkannya dibutuhkan media pemadam yang tidak menghantarkan listrik. Jika arus listriknya dimatikan, akan ditemui kebakaran kelas A atau B.
4) Kelas D = kebakaran logam, dimana dibutuhkan media khusus untuk memadamkannya.

Api dapat dipadamkan dengan berbagai media. Media pemadam api menurut fasanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1) Jenis padat : misalnya pasir, tanah, selimut api, tepung kimia (dry chemical).
2) Jenis cair : misalnya air, busa.
3) Jenis gas : misalnya gas asam arang (CO2), Halon.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. APAR Jenis Dry Powder (Tepung Kering).
2. APAR Jenis Busa Kimia (Chemical Foam).
3. APAR Jenis Busa Mekanik (Mechanical Foam Extinguisher)
4. APAR Jenis Gas

6.2 Saran
Mengingat banyaknya kasus peristiwa kebakaran yang terjadi di Indonesia, perlu adanya peningkatan kewaspadaan terhadap penggunaan bahan-bahan pemicu timbulnya api, melakukan pengelolaan lingkungan yang baik, serta menyediakan tenaga khusus pemadam kebakaran yang terampil dan professional sehingga jika terjadi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat.

garansi 

sertifikat

harga 

donload

<p

tambah kata penyabut

 

 

 

 

 

Read 1124 times Last modified on Friday, 21 September 2018 00:08
Andy Rifky

Penulis adalah Content Marketing Officer (CMO) PT. Global Mitra Proteksindo dan menjalani kegiatan rutin sebagai Online Marketing & Sales  sejak Tahun 2015 sampai saat ini. Senang menggeluti dunia Digital & Internet Marketing dan E-Commerce Business Content Strategy. Ingin berbagi pengalaman, pengetahuan dan informasi produk aktual dalam bidang Proteksi dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran serta Sistem Manajemen Keselamatan dan  Kesehatan Kerja (K3).

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Latest from Andy Rifky

t hubungi kami

View Anwar Arifin's profile on LinkedIn

Andy Rifky

WA- 087831213599

HP- 081211930009

PT. Global Mitra Proteksindo
Komp. Taman Palem Mutiara
Blok A15 No. 27 - 28
Cengkareng, Jakarta Barat

Email:gmproteksi@gmail.com
Office : 021-22302338